Langsung ke konten utama

Dataku

   Isi pos :
 Nama.  :DALILA AYA NABILA
 Kelas.   :7K
 No.ab.  :06
 Alamat:Ds.Rejomulyo,dsn.Ngasem,kec.Kras,kab.kediri
 Asal SD: SDN Rejomulyo 2

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apakah Tradisi Puasa Rajab Sudah Ada Sejak Masa Nabi dan Sahabat?

Keberadaan hadis-hadis keutamaan bulan Rajab yang berstatus dhaif atau lemah membuat sebagian orang beranggapan tidak ada tradisi puasa Rajab di zaman Nabi. Padahal para ulama menemukan bukti kuat yang disinyalir menyinggung tradisi puasa Rajab di zaman Nabi. Bukti inilah yang kemudian menjadi salah satu pijakan mayoritas ulama’ untuk tidak mempermasalahkan soal puasa Rajab. Secara umum, kemuliaan bulan Rajab dinyatakan dalam al-Qur’an surat al-Taubah ayat 63. Di mana di dalam surat ini Allah menyatakan, di antara dari 12 bulan yang ada, ada empat bulan yang dimuliakan. Dan berdasar keterangan hadis sahih, salah satu dari empat bulan tersebut adalah bulan Rajab. Dari sini ulama pun mengambil kesimpulan bahwa bila Rajab adalah bulan mulia, maka beribadah di dalamnya juga memiliki kemuliaan tersendiri. Selain itu, para ulama juga menemukan sebuah hadis sahih yang disinyalir menyinggung tradisi puasa Rajab di kalangan sahabat: قَالَ أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ ...
Ar Rahiim  (الرحيم) artinya Yang Memiliki Mutlak sifat Penyayang. Beda sifat Ar Rahman (Maha Pengasih) dengan Ar Rahiim (Maha Penyayang) adalah sifat Ar Rahman (Maha Pengasih) meliputi seluruh makhluk Allah baik yang beriman mau pun yang kafir. Allah memberikan alam semesta ini seperti air, udara, bumi dan sebagainya ke semua makhluknya tanpa pandang bulu. Ada pun sifat Ar Rahiim (Maha Penyayang) itu adalah khusus bagi hamba-hamba Allah yang beriman. Hamba Allah yang saleh: "Sungguh Allah lebih penyayang terhadap hamba-hamba-Nya daripada seorang ibu terhadap anak bayinya"  (HR Bukhari dan Muslim) "Dan Dia Yang Memiliki Sifat Penyayang kepada orang-orang yang beriman."  (QS Al Ahzab 33:43)