Langsung ke konten utama

Islam Moderat: Islam yang Menjaga Keutuhan Bangsa

ndonesia merupakan negara yang kaya keberagaman alias majemuk. Kemajemukan adalah sebuah sunnatullah yang telah difirmankan oleh Allah SWT dalam suroh Al-Hujurat ayat 13, bahwa Allah SWT menjadikan ummat manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa adalah agar kita saling mengenal. Keberagaman bangsa Indonesia dari agama, suku, bahasa, warna kulit dan budayanya. Indonesia yang berkependudukan sekitar 123juta-an jiwa dan mempunyai ribuan pulau memiliki keberagaman dalam berbagai hal seperti yang telah disebutkan. 
Dalam hal agama misalnya, Indonesia memiliki 6 agama resmi yakni islam, katolik, protestan, hindu, budha dan konghucu. Diluar itu masih ada lagi agama lokal -agama asli atau agama nenek moyang turun temurun sesuai daerahnya- yang tersebar di seluruh Indonesia. Kita patut berbangga dengan keberagaman agama yang dimiliki namun tetap menjaga persaudaraan antar bangsa dan saling tenggang rasa.
Islam merupakan agama mayoritas di Indonesia. Sebagai ummat yang mayoritas tentu kitalah yang paling memegang pengaruh dalam kehidupan sosial di negara ini, kita yang harus paling menjaga perdamaian terlebih memang dasarnya islam itu agama damai dan merupakan agama rahmat bagi alam semesta -islam rahmatan lil 'alamin-. 
Islam harus memegang teguh ajaran Rasulullah SAW yang memberikan rahmat bagi seluruh alam di negeri yang beragam suku bangsa dan agama seperti Indonesia ini. Indonesia bukan merupakan negara agama melainkan negara demokrasi seperti konsep pemerintahan yang dijalankan oleh baginda nabi SAW pada waktu kekuasaan beliau di Madinah, saling menghargai antar umat beragama dan agar dapat saling nyaman dalam menjalankan ibadah sesuai kepercayaan masing-masing agama..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apakah Tradisi Puasa Rajab Sudah Ada Sejak Masa Nabi dan Sahabat?

Keberadaan hadis-hadis keutamaan bulan Rajab yang berstatus dhaif atau lemah membuat sebagian orang beranggapan tidak ada tradisi puasa Rajab di zaman Nabi. Padahal para ulama menemukan bukti kuat yang disinyalir menyinggung tradisi puasa Rajab di zaman Nabi. Bukti inilah yang kemudian menjadi salah satu pijakan mayoritas ulama’ untuk tidak mempermasalahkan soal puasa Rajab. Secara umum, kemuliaan bulan Rajab dinyatakan dalam al-Qur’an surat al-Taubah ayat 63. Di mana di dalam surat ini Allah menyatakan, di antara dari 12 bulan yang ada, ada empat bulan yang dimuliakan. Dan berdasar keterangan hadis sahih, salah satu dari empat bulan tersebut adalah bulan Rajab. Dari sini ulama pun mengambil kesimpulan bahwa bila Rajab adalah bulan mulia, maka beribadah di dalamnya juga memiliki kemuliaan tersendiri. Selain itu, para ulama juga menemukan sebuah hadis sahih yang disinyalir menyinggung tradisi puasa Rajab di kalangan sahabat: قَالَ أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ ...
Ar Rahiim  (الرحيم) artinya Yang Memiliki Mutlak sifat Penyayang. Beda sifat Ar Rahman (Maha Pengasih) dengan Ar Rahiim (Maha Penyayang) adalah sifat Ar Rahman (Maha Pengasih) meliputi seluruh makhluk Allah baik yang beriman mau pun yang kafir. Allah memberikan alam semesta ini seperti air, udara, bumi dan sebagainya ke semua makhluknya tanpa pandang bulu. Ada pun sifat Ar Rahiim (Maha Penyayang) itu adalah khusus bagi hamba-hamba Allah yang beriman. Hamba Allah yang saleh: "Sungguh Allah lebih penyayang terhadap hamba-hamba-Nya daripada seorang ibu terhadap anak bayinya"  (HR Bukhari dan Muslim) "Dan Dia Yang Memiliki Sifat Penyayang kepada orang-orang yang beriman."  (QS Al Ahzab 33:43)